Logo Desa

SELAMAT DATANG DI MAKET DESA Buruan

Blahbatuh, Gianyar, Bali

Luas Wilayah

4,21 km²

Kepadatan

1.542 jiwa/km²

Jumlah Penduduk

6,714

👥

6,664

Jumlah Penduduk

📄

26

Pengajuan Surat

📢

4

Pengaduan Masyarakat

Selamat Datang di Desa Buruan

🎬 Video Profil Desa

Profil Kepala Desa
🏛️ Pimpinan Desa
Kepala Desa

I KETUT SUMARDA

KEPALA DESA

Periode: 2016 - 2029

APARATUR DESA

I Ketut Sumarda

Perbekel

I Ketut Sumarda

I Ketut Sumardika

Sekretaris Desa

I Ketut Sumardika

Ni Putu Eni, SE

Kepala Seksi Pelayanan

Ni Putu Eni, SE

I Made Balik Mustikayasa

Kepala Seksi Kesejahteraan

I Made Balik Mustikayasa

Ni Wayan Karsi

Kepala Seksi Pemerintahan

Ni Wayan Karsi

Ni Made Juniari, S.Pd

Kepala Urusan Umum dan Tata Usaha

Ni Made Juniari, S.Pd

I Wayan Latra, SH

Kepala Urusan Keuangan dan Bendahara

I Wayan Latra, SH

Ni Putu Yanti Abriani

Kepala Urusan Perencanaan

Ni Putu Yanti Abriani

I Wayan Doni Cahyadi

Staf

I Wayan Doni Cahyadi

Ni Made Mariani

Staf

Ni Made Mariani

Ni Wayan Nanik Widyaningsih

Staf

Ni Wayan Nanik Widyaningsih

Ida Ayu Made Wijayanti

Staf

Ida Ayu Made Wijayanti

I Wayan Gde Oka Jodi Premana

Staf

I Wayan Gde Oka Jodi Premana

Ida.Bagus Putu Ambara Putra

Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Ketandan

Ida.Bagus Putu Ambara Putra

I Made Suantara

Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Kutri

I Made Suantara

I Made Yoga Semara Guna, S.TP

Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Buruan

I Made Yoga Semara Guna, S.TP

I Wayan Ari Sona

Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Bangunliman

I Wayan Ari Sona

I Ketut Arianta

Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Celuk

I Ketut Arianta

I Made Sudiasa, SE

Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Getas Kangin

I Made Sudiasa, SE

I Ketut Cikra

Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Getas Kawan

I Ketut Cikra

📜

Sejarah Desa Buruan

Pada awal abad ke-11, icaka warsa leng angapit lawang atau tahun caka 929, (Leng artinya 9 (sembilan lubang), apit artinya dua, lawang artinya 9 (lawang berarti pintu atau dwara-dwara sanga)), atau pada tahun 1007 M, semenjak Sri Ratu Bali Pulina Sri Gunapria Darmapatmi wafat, abunya didharmakan atau disemayamkan di Candi Bhurwan di hutan Kutri (Datu Lumaheng Buruan). Nama desa Buruan itu mengambil nama candi tersebut yaitu Bhurwan yang berasal dari bahasa sanskerta (Bhur berarti tanah dan Wan berarti mulia atau suci). Karena perubahan pengucapan disesuaikan dengan kemampuan lafal orang Bali lama kelamaan menjadi Buruan. Sebagai candi, raja Bali menempatkan prajuru (pengurus) dan pengayah (pembantu) untuk mengurus candi Bhurwan tersebut yang kemudian bermukim di sana. Lama kelamaan menjadi sebuah pemukiman yang semula belum menetap meskipun hanya beberapa kubon saja.

Pada icaka Leng Panca Nawa (tahun caka 959), di sebelah timur Buruan ini berdiri pesraman seorang pendeta yang bernama Empu Kidul. Asramanya didirikan pada Ceruk (lekukan atau gua) sehingga tempat ini sampai sekarang dikenal bernama desa Celuk.

Pada abad ke 14 M, sewaktu Gajah Mada menyerang kerajaan Bedahulu, beliau menyusun rencana (siasat) di padukuhan dukuh Dangka (kedangkan) di sebelah barat Buruan yang lazim disebut Kedangan.

Pada abad ke 16 M, I Gusti Ngurah Jelantik pindah dari Gelgel ke Tojan, diantar oleh Ki Gusti Panji Sakti dari Den Bukit dengan mengendarai gajah. Selama beberapa hari, Ki Gusti Panji Sakti berada di daerah Tojan untuk mengisi waktu menghibur diri. Ki Gusti Panji Sakti bersama I Gusti Ngurah Jelantik kemudian memutuskan berburu di dekat Candi Bhurwan. Binatang yang diburunya adalah binatang kecil seperti trenggiling, landak dan biawak yang banyak terdapat di tempat itu. Di sebelah selatan tempat berburu terdapat pepohonan mangga (getes) yang menghutan. Karena itu, tempat ini juga diberi nama Buruan. Sedangkan gajah Ki Gusti Panji Sakti digembalakan di sebelah barat tempat berburu yang diberi nama Angon Liman. Angon berarti mengembala dan Liman berarti Gajah. Lama-kelamaan lebih dikenal dengan nama Bangunliman.

Melalui proses yang panjang, terjadilah pemukiman dengan pola menetap. Karena penduduk semakin banyak dan tempat memenuhi kebutuhan hidup sudah ada berdirilah pekraman yang berangsur-angsur mempunyai pura parahyangan (kahyangan tiga). Pekuburannya terletak di selatan Pura Dalem Buruan. Kemudian, terjadi lagi perpindahan penduduk dari desa Bedahulu (penyungsung Pura Samuan Tiga) bermukim disebelah selatan desa. Disana mendirikan pemujaan berbentuk Lingga dan Yoni, Ratu Panji dan lain-lain. Ditempat mendirikan pemujaan prahyangan itu ada pohon embacang (pakel) yang besar. Sehingga parhyangan itu disebut Pura Penataran Batan Pakel. Sedangkan wilayah pemukiman penyungsungnya disebut Hyang Angga Yoni atau Yangloni.

Puluhan tahun kemudian, saat keturunan I Gusti Ngurah Jelantik sudah menetap di Blahbatuh dan memegang kekuasaan, ia berunding dengan Ida I Dewa Pemayun dari Puri Agung Blahbatuh untuk meminta salah seorang putranya memimpin desa Buruan sebagai Kepala Desa (pacek), maka disetujuilah salah seorang putranya menjadi pacek di Buruan yang kemudian disebut sebagai I Dewa Buruan saha iringan panjak dari Blahbatuh dan tombak pusaka luk telu. Mulailah pekraman itu ditata lebih baik untuk memperkuat kedudukan I Gusti Ngurah Jelantik disebelah utara dibentuklah prajurit yang disebut bekelan yaitu:

Bekelan Teruna (pasukan tempur pelopor) diberi bagian tanah awinih sibak (kurang lebih 25 are).
Bekelan Senapang (pasukan bedil) diberi tanah awinih tenah (kurang lebih 36 are).
Bekelan Manca (pengawal) diberi tanah awinih tenah.
Dengan demikian, pekraman ditata dengan tertib serta pembagian tanah dikelompokkan menjadi subak. Karena tata pemukiman semakin baik dengan jalan dan lorongnya, maka setra (kuburan disebelah selatan Pura Dalem Buruan) dipandang kurang tepat letaknya, kemudian dipindahkan ke sebelah timur.

Semakin lama menjalani proses, pekraman itu semakin baik termasuk penataan pura. Merajapati yang semula terletak di lokasi Pura Dalem, dipindahkan sesuai dengan fungsinya yaitu di setra Buruan, sedangkan pejenengan bekas mrajapati itu disebut Ratu Sekar Pule. Demikianlah proses menuju pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman berjalan terus. Sampai dengan zaman pemerintahan Belanda masih tetap disebut Krama Desa (desa pekraman). Hanya bedanya sudah mulai tampak perbedaan tampuk pimpinan, ada kelian yang mengurus dinas dan Bendesa yang mengurus urusan adat.

📝 Artikel Desa Maket

Penyaluran BLT Desa Buruan: Tepat Sasaran Bantuan Warga Kurang Mampu atau Kemiskinan Ekstrim

Penyaluran BLT Desa Buruan: Tepat Sasaran Bantuan Warga Kurang Mampu atau Kemiskinan Ekstrim

07 Oct 2026

Pemerintah Desa Buruan terus menguatkan komitmennya dalam menjaga jaring pengaman sosial warga melalui program Bantuan Langsung Tu...

Baca selengkapnya →
Wujud Transparansi Desa Buruan: Proyek Pemeliharaan Irigasi Subak Segana Didanai Dana Desa Sebesar Rp 187 Juta dengan panjang 183 Meter dan Besar Volume 79

Wujud Transparansi Desa Buruan: Proyek Pemeliharaan Irigasi Subak Segana Didanai Dana Desa Sebesar Rp 187 Juta dengan panjang 183 Meter dan Besar Volume 79

07 Oct 2026

GIANYAR, BALI – Pemerintah Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, terus berkomitmen untuk meningkatkan keandalan inf...

Baca selengkapnya →
Pemerintah Desa Buruan Salurkan Bantuan untuk Pura yang Melaksanakan Piodalan

Pemerintah Desa Buruan Salurkan Bantuan untuk Pura yang Melaksanakan Piodalan

07 Oct 2026

Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar – Pemerintah Desa Buruan terus menunjukkan kepedulian terhadap kegiatan keagam...

Baca selengkapnya →
Pemerintah Desa Buruan Hadir Berikan Bantuan bagi Warga yang Berduka

Pemerintah Desa Buruan Hadir Berikan Bantuan bagi Warga yang Berduka

07 Oct 2026

Desa Buruan Salurkan Bantuan bagi Warga yang Mengalami Kedukaan Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar – Pemerinta...

Baca selengkapnya →
Kelas Lansia Werdha Jaya Shanti Resmi Diluncurkan

Kelas Lansia Werdha Jaya Shanti Resmi Diluncurkan

02 Oct 2026

Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar — Pemerintah Desa Buruan terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kuali...

Baca selengkapnya →
Posyandu 6 SPM Serentak Dilaksanakan di 7 Banjar Desa Buruan

Posyandu 6 SPM Serentak Dilaksanakan di 7 Banjar Desa Buruan

02 Oct 2026

Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar — Pemerintah Desa Buruan melaksanakan kegiatan Posyandu 6 Standar Pelayanan Mi...

Baca selengkapnya →